Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, menegaskan komitmen dewan dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Asta Cita. Fokus utama pengawasan diarahkan pada pembangunan infrastruktur pendidikan dan jaminan keselamatan transportasi nasional.
Ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, sesaat sebelum agenda Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 pada Jumat (14/8/2026), Novita menyampaikan apresiasinya terhadap langkah strategis pemerintah. Ia menyoroti program Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang yang krusial.
“Presiden membuat program ini tidak untuk jangka pendek, tapi jangka panjang. Harapannya, generasi penerus ke depan jangan sampai mengalami stunting, kekurangan pendidikan, ataupun terjebak dalam kemiskinan,” ungkap Novita.
Novita menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tersebut harus memenuhi standar kualitas, tepat sasaran, dan dikerjakan secara transparan. “Komisi V melihat langsung pembangunannya, apakah berkualitas dan sesuai anggaran agar tidak ada penyelewengan. Fasilitasnya harus representatif, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga mendukung guru dan orang tua, serta terintegrasi dengan dukungan gizi dan kesehatan,” jelas legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Lebih dari sekadar fisik bangunan, Novita juga memberikan peringatan tegas terkait hak-hak ekonomi masyarakat kecil yang terlibat dalam proyek negara. Ia mendesak agar pembayaran kepada vendor dan kontraktor kecil tidak mengalami penundaan.
“Kami juga mengawal agar vendor-vendor yang mengerjakan dibayar tepat waktu. Jangan menyusahkan mereka yang juga membutuhkan,” tegasnya.
Memasuki Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Novita juga membeberkan arah kebijakan Komisi V terkait infrastruktur perhubungan. Konektivitas jalan nasional hingga desa, jembatan, pelabuhan, dan terminal akan dievaluasi secara menyeluruh dengan fokus keselamatan nyawa pengguna jalan.
“Kami akan sangat fokus menyoroti dan mengawasi kecelakaan transportasi lalu lintas agar jangan sampai terulang lagi. Nyawa manusia itu sangat berharga, tidak ada dijual di toko. Itu yang menjadi pegangan penting bagi kami,” ucap Novita dengan lugas.
Menutup keterangannya, Novita mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai titik tolak memperkuat persatuan. “Kita harus saling mendukung. Bagaimana Indonesia ke depan bisa lebih baik lagi. Indonesia solid, bersatu dari tingkat atas sampai bawah untuk membawa negara ini lebih maju,” pungkasnya.
