Rendahnya partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Magelang menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina. Ia menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Dalam sosialisasi Gerakan Hidup Sehat di Kabupaten Magelang, Jumat (22/5/2026), Vita menilai kendala utama program tersebut bukan lagi terletak pada akses layanan, melainkan kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk melakukan deteksi dini kesehatan.
“Masyarakat harus mengubah pola pikir tersebut. Jangan lagi ada ketakutan terhadap hasil pemeriksaan, karena deteksi dini justru menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup,” tegas Vita dalam keterangan tertulis kepada Politikparlemen.co, di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI itu menyayangkan masih banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan hanya ketika kondisi tubuh sudah menurun. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan.
Program CKG, lanjut Vita, merupakan fasilitas negara yang sangat penting untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini sehingga penanganan medis maupun perubahan gaya hidup dapat dilakukan lebih cepat.
“Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat lebih dini mengidentifikasi potensi penyakit dan melakukan perubahan pola hidup. Kalau tahu lebih awal, pola makan dan gaya hidup bisa disesuaikan. Itu jauh lebih baik daripada menunggu sakit,” lanjut politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Ia juga menyoroti masih adanya ketakutan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sendiri. Menurutnya, pola pikir seperti itu justru menjadi penghambat keberhasilan program kesehatan nasional.
Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Indana Aziza Putri, mengakui tingkat partisipasi masyarakat dalam program CKG masih perlu ditingkatkan. Dari total sekitar 1,3 juta sasaran lintas usia di Kabupaten Magelang, baru sekitar 350 ribu warga yang memanfaatkan layanan tersebut.
“Angka kesadaran masyarakat Kabupaten Magelang melaksanakan cek kesehatan gratis masih cukup rendah. Dari 1,3 juta penduduk, yang memanfaatkan layanan ini baru 350 ribu orang,” ungkap Indana.
Ia menambahkan, tantangan terbesar di lapangan adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak menyadari risiko penyakit tanpa gejala atau silent killer, seperti hipertensi. Warga kerap merasa sehat selama belum mengalami keluhan fisik yang serius sehingga enggan melakukan pemeriksaan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan kepada masyarakat.
Program CKG sendiri merupakan bagian dari agenda nasional yang sejalan dengan visi daerah “Sehat Wargane” dan dirancang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, hingga lanjut usia.
