Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Novita Wijayanti menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara dan domestik, bandara tersebut dinilai perlu memastikan pelayanan yang profesional, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Hal itu disampaikan Novita saat memimpin kunjungan kerja BURT DPR RI ke Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Minggu (27/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan pelayanan, fasilitas, keamanan, serta dukungan operasional bandara dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa.
“Kita ingin melihat secara langsung bagaimana pelayanan di Bandara Komodo ini, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun kenyamanan. Karena bandara ini menjadi salah satu pintu masuk utama bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Labuan Bajo,” ujar Novita.
Menurutnya, pelayanan di Bandara Internasional Komodo harus diberikan secara profesional dan setara kepada seluruh pengguna jasa. Termasuk di dalamnya dukungan layanan bagi Anggota DPR RI yang menjalankan tugas kedinasan di daerah, terutama dalam kondisi tertentu maupun situasi darurat.
Novita juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bandara dalam menghadapi kondisi pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores. Menurutnya, bandara memiliki peran strategis sebagai simpul konektivitas untuk mendukung mobilisasi masyarakat, personel, logistik, bantuan, maupun kebutuhan penanganan pascabencana lainnya.
“Izinkan kami menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan, serta wilayah Flores dan masyarakatnya dapat segera pulih dan bangkit kembali,” ujar Novita dalam diskusi bersama jajaran Bandara Internasional Komodo.
Ia menilai kondisi pascabencana semakin menunjukkan pentingnya memastikan fasilitas dan prosedur kedaruratan di bandara selalu siap digunakan. Karena itu, koordinasi antarinstansi, kecepatan petugas dalam merespons kondisi darurat, serta penyampaian informasi yang jelas kepada pengguna jasa perlu terus diperkuat.
“Tidak hanya tentang pelayanannya, tetapi juga keamanannya dan kenyamanannya. Ada aspirasi agar bandara ini bisa diperbesar lagi dengan berbagai macam fasilitas sesuai dengan kebutuhan yang ada. Insyaallah, kita akan membawa aspirasi ini untuk dibahas dan direalisasikan bersama,” katanya.
Di sisi lain, Novita menekankan pentingnya aspek hospitality sebagai bagian dari pelayanan prima di Bandara Internasional Komodo. Keramahan, kesigapan membantu, kepedulian, dan kesopanan petugas dinilai turut membentuk kesan wisatawan terhadap Labuan Bajo dan Indonesia secara keseluruhan.
“Hospitality dan pelayanan ini harus dimaksimalkan. Keramahan, helpful, jangan cuek, serta bagaimana sopan santunnya. Apalagi yang datang ke sini bukan hanya orang domestik, tetapi juga dari mancanegara. Maka image yang baik harus tetap dijaga oleh Indonesia,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, BURT DPR RI juga menerima aspirasi terkait pengembangan kapasitas dan fasilitas Bandara Internasional Komodo. Novita mengatakan aspirasi tersebut akan menjadi perhatian untuk dibahas lebih lanjut, sejalan dengan kebutuhan masyarakat, penguatan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata internasional.
“Kita datang tidak hanya untuk anggota DPR, tetapi juga secara keseluruhan untuk seluruh masyarakat dan pengguna bandara yang ada di Labuan Bajo, dan pastinya secara umum di Indonesia,” pungkas Novita.
