Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan bahwa integritas dan inovasi harus menjadi fondasi utama bagi pengurus Koperasi Pegawai DPR RI yang akan terpilih untuk periode 2026–2030. Menurutnya, kedua aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan pengelolaan koperasi sekaligus keberlanjutan berbagai program yang dijalankan.
Pernyataan tersebut disampaikan Suprihartini usai mengikuti Debat Calon Pasangan Ketua dan Wakil Ketua Pengurus serta Ketua dan Wakil Ketua Pengawas Koperasi Pegawai DPR RI. Dalam kegiatan itu, para kandidat memaparkan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan apabila mendapat mandat dari anggota koperasi.
Suprihartini menilai seluruh kandidat telah menunjukkan komitmen untuk memajukan koperasi melalui berbagai terobosan dan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak akan tercapai tanpa integritas yang kuat dari para pengurus.
“Yang pertama, mereka harus tetap berkomitmen terhadap program yang sudah disusun. Lalu integritas dari para pengurus ini merupakan modal dasar untuk menjalankan roda keberlanjutan koperasi ke depan,” ujar Suprihartini saat ditemui Politikparlemen.co di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain integritas, ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan muncul di masa mendatang. Menurutnya, koperasi harus mampu terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan anggota serta perkembangan lingkungan usaha yang semakin dinamis.
Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dibutuhkan tidak hanya terkait pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mencakup pengembangan program-program baru yang memberikan nilai tambah bagi anggota. Dengan demikian, koperasi dapat terus tumbuh sekaligus mempertahankan kepercayaan para anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, Suprihartini juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan dalam menjaga kesehatan organisasi. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan calon pengawas terhadap aspek mitigasi risiko dalam pengelolaan usaha koperasi.
Menurutnya, pengelolaan risiko menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keberlangsungan koperasi. Berbagai potensi kendala maupun tantangan usaha perlu diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu kinerja organisasi di kemudian hari.
“Tadi juga disampaikan oleh calon pengawas mengenai pentingnya mitigasi risiko terkait usaha-usaha yang akan dilakukan koperasi. Ini penting untuk dikedepankan apabila nanti terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Lebih lanjut, Suprihartini berharap kepengurusan baru nantinya dapat menjalankan amanah anggota dengan baik serta menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan anggota. Baginya, koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga instrumen untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di lingkungan DPR RI.
“Pengurus yang terpilih nanti harus mampu melahirkan inovasi-inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota serta menjaga keberlanjutan koperasi agar semakin maju dan profesional,” tutupnya.
