Terima aspirasi masyarakat Tegal terkait gangguan akses menuju tempat ibadah akibat pasar dadakan Minggu pagi di Kota Tegal, Anggota BAM DPR RI Harris Turino menegaskan bahwa hak menjalankan ibadah merupakan hak asasi manusia yang dijamin dan dilindungi oleh negara.
Ia menjelaskan persoalan yang terjadi di Tegal dinilai cukup unik karena berkaitan dengan kebijakan penataan pasar yang berdampak terhadap akses menuju tempat ibadah. Menurutnya, Pemerintah Kota Tegal sejatinya memiliki sikap toleran, namun diperlukan solusi konkret agar aktivitas masyarakat dan hak beribadah dapat berjalan seimbang.
“Hak untuk menjalankan ibadah adalah hak mutlak yang dimiliki manusia dan di Indonesia dilindungi oleh negara. Ini hak asasi yang paling asasi,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAM DPR RI bersama Ketua Yayasan Meditation Center Tegal dan perwakilan Gembala Jemaat GPS Shalom Tegal di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Harris menyampaikan BAM DPR RI berencana melakukan kunjungan langsung ke Kota Tegal guna mencari solusi bersama pemerintah daerah dan DPRD setempat. “Kita nanti akan kunjungan ke Tegal dan harapannya bisa bertemu dengan wali kota maupun perwakilan DPRD agar persoalan ini bisa dicari jalan keluarnya,” tambah Legislator Dapil Jawa Tengah IX ini.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengaku baru mengetahui posisi Meditation Center berada di tengah area pasar dadakan, sehingga pembukaan akses di bagian depan saja dinilai belum cukup membantu jemaat maupun masyarakat yang hendak beribadah. “Saya pikir yang penting di depan Meditation Center atau gereja jangan ada orang jualan. Tapi ternyata posisinya cukup jauh sehingga orang tetap kesulitan masuk,” jelasnya.
Meski demikian, Harris optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan karena menurutnya terdapat banyak alternatif lokasi maupun rekayasa akses yang bisa diterapkan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. “Kasus ini sebenarnya lebih mudah karena pilihannya banyak. Tinggal dicari solusi terbaik agar aktivitas Masyarakat di pasar tetap berjalan dan akses ibadah juga tidak terganggu,” pungkasnya.
