Televisi dan Radio Parlemen (TVR Parlemen) di bawah Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan aspirasi publik melalui penyelenggaraan Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO) XXI 2026. Kompetisi tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang adu gagasan, tetapi juga menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan substantif terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang bertindak sebagai Ketua Dewan Juri menilai LOBO XXI 2026 berhasil menghadirkan ide-ide segar yang relevan bagi penyempurnaan RUU Sisdiknas. Menurutnya, kualitas peserta tahun ini sangat baik, baik dari sisi penguasaan materi, kreativitas penyampaian, maupun kedalaman analisis.
“Banyak sekali ide dan gagasan yang sangat menarik. Bahkan ada hal-hal yang belum terpikir oleh kami dalam pembahasan RUU Sisdiknas, kemudian muncul dalam orasi para peserta,” ujar Hetifah usai penjurian final LOBO XXI 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
LOBO XXI 2026 mengangkat tema “Masukan terhadap RUU Sistem Pendidikan Nasional” dan berlangsung sejak 15 April hingga 3 Mei 2026. Sebanyak 293 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar, dengan 290 peserta mengirimkan video orasi. Peserta berasal dari beragam latar belakang, antara lain pelajar, mahasiswa, santri, guru, dosen, hingga masyarakat umum.
Menurut Hetifah, keragaman peserta dan luasnya cakupan wilayah, dari Aceh hingga Papua, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses legislasi. “Pendidikan memang menjadi perhatian seluruh masyarakat. Karena itu, masukan dari peserta ini sangat penting untuk memperkaya substansi undang-undang yang sedang kami susun,” katanya.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu mengungkapkan telah meminta transkrip seluruh orasi peserta untuk dikompilasi dan dipelajari lebih lanjut sebagai bahan penyempurnaan naskah akademik maupun batang tubuh RUU Sisdiknas. Berbagai isu yang diangkat peserta mencakup infrastruktur pendidikan, kualitas guru, pemerataan akses, hingga efektivitas penggunaan anggaran pendidikan 20 persen.
Hetifah mengapresiasi inisiatif TVR Parlemen yang secara konsisten menghadirkan forum partisipatif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti LOBO dapat terus dikembangkan untuk menjaring gagasan publik terhadap berbagai isu strategis yang sedang dibahas DPR.
“LOBO sangat baik karena DPR bisa mendapatkan ide-ide segar dari masyarakat. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi,” ujarnya.
Melalui LOBO XXI 2026, TVR Parlemen menegaskan perannya tidak hanya sebagai media informasi parlemen, tetapi juga sebagai sarana aspirasi publik untuk mendukung lahirnya kebijakan yang lebih berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
