Gangguan sinyal navigasi global positioning system (GPS) pada pesawat dinilai sebagai peringatan serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan penumpang dan kredibilitas sistem transportasi udara nasional.
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menegaskan bahwa fenomena jamming atau gangguan sinyal GPS harus menjadi perhatian khusus karena dapat mengganggu informasi lalu lintas penerbangan, baik saat pesawat mengudara, melakukan pendaratan, maupun lepas landas.
“Ini menjadi warning bagi sistem secara keseluruhan karena sangat mengganggu keselamatan penerbangan. Pesawat adalah moda transportasi yang tidak bisa mendarat sembarangan. Semua harus terkontrol dan informasi harus terpusat,” ujar Saadiah saat diwawancarai Politikparlemen.co di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu, kesalahan sekecil apa pun dalam sistem navigasi dapat menimbulkan risiko besar. Oleh karena itu, AirNav Indonesia sebagai lembaga yang mengatur lalu lintas penerbangan harus memastikan seluruh sistem navigasi bekerja secara optimal dan terintegrasi.
Ia menyatakan, persoalan ini akan menjadi catatan penting bagi Komisi V DPR RI dalam rapat kerja bersama mitra terkait. DPR akan meminta penjelasan menyeluruh mengenai penyebab gangguan, sistem mitigasi yang telah diterapkan, serta langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan mempertanyakan persoalan mendasarnya, bagaimana tata kelola dan manajemen sistem yang lebih terkendali, serta mitigasi yang dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” tegas Legislator asal Dapil Maluku itu.
Saadiah menambahkan, Komisi V DPR juga akan mendalami efektivitas sistem peringatan dini (warning system) yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pilot apabila terjadi gangguan navigasi. Menurutnya, seluruh aspek teknis harus dijelaskan secara terbuka agar publik memperoleh kepastian bahwa keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Ia menilai penguatan sistem navigasi harus menjadi prioritas nasional di tengah meningkatnya kompleksitas lalu lintas udara. Selain teknologi yang andal, diperlukan koordinasi yang solid antarinstansi agar pengelolaan penerbangan berjalan aman, tertib, dan terkendali.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, semua sistem harus benar-benar dipastikan bekerja dengan baik,” pungkasnya.
