Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto menyoroti pentingnya penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia. Menurutnya, pemerintah dan perusahaan energi nasional perlu terus meningkatkan kapasitas cadangan bahan bakar minyak (BBM) agar Indonesia tetap aman menghadapi potensi gangguan distribusi global.
“Saat ini storage BBM kita sekitar 20 hari. Artinya, cadangan yang kita miliki masih mampu menopang kebutuhan energi nasional dalam jangka waktu tersebut,” ujar Beniyanto saat diwawancarai oleh politikparlemen.co di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa jalur distribusi energi internasional masih menjadi perhatian karena sebagian pasokan energi global melewati wilayah yang rawan konflik. “Dari empat kapal yang melewati jalur Selat Hormuz, dua kapal sudah lolos dan dua lainnya masih dalam perjalanan, tetapi secara umum persiapan pasokan BBM kita masih cukup aman,” jelasnya.
Namun demikian, Beniyanto menekankan bahwa Indonesia harus mulai mempercepat transformasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor. Apalagi, ungkapnya, diperkirakan penggunaan kendaraan listrik secara masif bisa memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi konsumsi energi nasional.
“Kita harus mulai mendorong transformasi energi, khususnya di sektor transportasi darat dengan penggunaan kendaraan Listrik. Jika sekitar 20 persen kendaraan di Indonesia beralih ke mobil listrik, kita bisa menghemat sekitar 25 persen konsumsi energi di sektor transportasi darat,” tandas legislator Fraksi Golkar itu.
